Kaum Militan Muslim Indonesia aliran Wahhabi

Kaum militan Muslim baru, yang mengikuti ajaran gerakan Wahhabi. 
Gerakan internasional ini bertujuan untuk kembali kepada Islam dari 
generasi awal yang didanai oleh para anggota dinasti Saud. 
Gerakan itu dinamai dengan nama pendirinya, Muhammad bin Abdul-Wahab 
(1705-1787), yang ajarannya diterapkan oleh Ibnu Saud, ketika ia
mendirikan monarki Saudi pada tahun 1925.

Lasykar Jihad, Ustadz Ja'far Umar Thalib, juga berasal dari gerakan 
Wahhabi. Ia adalah imam gerakan Salafi di Indonesia yang berkiblat ke 
Arab Saudi. Alumnus pesantren
Persis di Bangil itu melanjutkan sekolah ke Maududi Institute di 
Lahore, Pakistan, dan dari sana bergabung dengan gerilyawan Taliban 
di Afghanistan (1987-1989)

Ada ikatan yang kuat antara Lasykar Jihad dan Partai
Keadilan, melalui ideolog partai itu, Drs. H. Abdi Sumaiti alias Abu 
Rido. Mantan dosen agama Islam ITB itu, yang kini Wakil Ketua Majelis 
Pertimbangan Partai Keadilan, pernah kuliah di Universitas Madinah, 
di mana ia bergabung dengan gerakan Wahhabi. Abu Rido juga menentang 
sekte-sekte Islam lain yang dirasakannya tidak mengajarkan doktrin 
yang benar. Majalah Sabili yang dimulainya ketika gerakan 'neo-NII'-
nya masih di bawah tanah,merupakan salah satu corong Lasykar Jihad.

Semasa pemerintahan Habibie, Laskar-laskar ini bersatu dalam wadah
Pam Swakarsa yang dibentuk oleh Menteri Pertahanan dan Panglima TNI
Wiranto. Waktu itu FPI sering bekerja sama dengan polisi dalam
melakukan penertiban tempat-tempat hiburan Jakarta. Tapi dengan
adanya pergantian pemerintahan, ruang gerak FPI makin sempit.

Semasa Habibie FPI dikenal dekat dengan Nugroho Jayusman yang saat
itu menjabat Kapolda Metro Jaya. Kini Nugroho tidak lagi menjabat
kekuasaan apa pun di kepolisian. Ia dipinggirkan dalam pemerintahan
Gus Dur mau pun Megawati. Maka FPI pun seperti anak ayam kehilangan
induk. Tindakan yang mereka lancarkan tidak mendapat dukungan polisi.
Misalnya ketika melakukan penertiban tempat hiburan di Mangga Besar,
polisi langsung menangkap Habib Rizieq dengan tuduhan melakukan
perusakan. Kini FPI kena batunya.

Perlu diketahui
Jafar Umar Thalib dan Habib Rizieq tidak pernah terdengar suaranya
ketika gerakan-gerakan Islam menentang Soeharto pada tahun
1970an-1980an. Kelompok keturunan Arab yang ditahan ketika itu hanya
Habib Husein Al Habsyi, Abu Bakar Ba'asyir. Abdullah Sungkar, dan
Lutfi Ali.

No comments: