Cara Soeharto Dapatkan Senjata Baru Made in Amerika

INI adalah bagian terakhir dari pembicaraan antara Soeharto dan Richard Nixon, Mei 1970 di Gedung Putih.

Pada bagian ini, Nixon menguji pandangan Soeharto mengenai peranan Amerika Serikat di Indochina.

Sementara Soeharto terus mendesak agar Amerika Serikat memberikan bantuan militer kepada Indonesia. Karena tanpa itu Indonesia tidak akan mampu membantu Kamboja, yang artinya tidak dapat ikut dalam program besar menghalangi komunisme.

Soeharto bersedia mengirimkan peralatan perang buatan Rusia yang dimiliki Indonesia ke Kamboja, selama Amerika Serikat bersedia menggantinya dengan peralatan perang yang baru.

Kelanjutan dari Ingin Membantu Kamboja, Tapi Tak Punya Senjata, Nixon: Manuver Rusia dan China bisa Bangkitkan PKI, Rusia dan China Tahu Kelemahan Indonesia, dan Soeharto: Mahasiswa Mendukung Orde Baru yang juga dimuat di www.myRMnews.com.

“Ada pihak yang mengatakan bahwa tidak ada bedanya Kamboja dikuasai Vietnam Utara atau tidak. Menurut Anda apa yang akan terjadi bila Vietnam Utara yang mengontrol Kamboja,” tanya Nixon, entah berdiplomasi, entar basa-basi.

Kamboja akan menjadi basis subversi, itu sudah pasti, jawab Soeharto. Juga basis infiltrasi ke negara lain seperti Thailand, Malaysia dan Indonesia. Kontrol Vietnam Utara atas Kamboja akan mempersulit upaya Vietnamisasi.

Lalu Nixon menegaskan bahwa negaranya tidak punya desain apapun untuk Kamboja. Yang ingin dilakukan Amerika saat ini adalah menghancurkan basis (komunis) di Kamboja dan menarik mundur pasukan dari sana. Bila Vietnam Utara tetap bertahan di Kamboja, maka Vietnam Selatan lah yang harus menghadapi.

Nixon bertanya, mengapa banyak kalangan yang keberatan dengan kehadiran 40 ribu pasukan Vietnam Selatan di Kamboja, tetapi tidak keberatan melihat kehadiran pasukan Vietnam Utara.

“Beberapa orang menilai pemerintahan Kamboja adalah boneka Amerika. Tetapi sebetulnya kami memainkan peranan yang sama seperti di Indonesia ketika Anda jadi presiden. Kedutaan kami dalam kedua kasus ini kecil dan tak punya peranan dalam perubahan pemerintah. Jadi juga penting bila Kamboja menerima bantuan moral dan material dari negara-negara Asia. Kami ingin pandangan tentang pemerintahan Kamboja boneka Amerika dapat segera hilang,” ujar Nixon.

Soeharto masih diam. Ia membiarkan Nixon melanjutkan uraiannya.

“Ada juga yang menilai perang di Kamboja sudah berlangsung sangat lama, dan sekarang saatnya untuk melemparkan handuk. Kami tidak akan melakukan ini.”

Dia juga mengatakan Amerika tidak punya rencana khusus untuk Vietnam Selatan. Tetapi, membiarkan pasukan Vietnam Utara yang juga berpangkalan di Kamboja akan membuat keadaan semakin buruk. Vietnam Utara akan masuk ke Vietnam Selatan, dan akibatnya akan begitu buruk bagi 17 juta rakyat Vietnam Selatan.

Intinya Amerika Serikat beraksi di Kamboja sekadar untuk mengamankan pasukan Amerika di sana dan menjamin Vietnamisasi. “Musuh tahu bahwa Amerika akan beraksi, dan akan terus beraksi bila terancam.”

Nixon pun memuji perhatian Indonesia pada krisis Kamboja. Konferensi di Jakarta sebelumnya mengenai masalah ini jelas berdampak positif bagi pandangan negara-negara Eropa dan Asia, juga rakyat Amerika.

“Bantuan Indonesia untuk Kamboja di mata dunia akan dapat diterima. Peralatan perang Anda yang sudah tua dari Rusia dapat diberikan kepada Kamboja dan kami akan menggantinya.”

Mendapat angin segar ini, Soeharto langsung bersuara.

“Kami akan mempertimbangkan bantuan material (peralatan perang buatan Rusia) untuk Kamboja, tetapi pertama-tama kami inigin mendapatkan kepastian tentang penggantiannya dengan mempertimbangkan kapasitas kami yang terbatas. Sebagai seorang tentara (military man) saya memahami bahwa operasi militer akan memakan waktu lama. Karena itu, saya mengerti kepentingan Amerika Serikat dan Vietnam Selatan dalam operasi di Kamboja.”

Kissinger yang sejak tadi diam, kini bersuara. Dia berusaha menkonkretkan arah pembicaraan Soeharto. Kepada Nixon, Kissinger berkata, “Tuan Presiden, saya rasa maksudnya adalah itu (operasi militer) akan memakan waktu yang sangat panjang.”

Dengan demikian, maksud kalimat Kissinger, bantuan militer untuk Indonesia harus secepat mungkin digelontorkan sehingga Indonesia bisa segera mengirimkan peralatan militer buatan Rusia yang sudah tua ke Kamboja.

Mendengar penjelasan tambahan dari Kissinger, Nixon menambahkan pihaknya akan segera mengkongkretkan pembicaraannya dengan Soeharto hari itu.

Hal pertama yang akan dilakukan adalah mengenai bantuan militer (military assistance) seperti yang sudah dibicarakan Soeharto dengan Dutabesar Amerika Serikat di Jakarta, Galbraith. Dan kedua mengenai kemungkinan pengiriman bantuan peralatan perang (buatan Rusia) dari Indonesia untuk Kamboja yang diikuti “the replacement of these old stocks” dengan peralatan perang made in Amerika.

Sumber:

teguhtimur.com

Hati-hati banyak sekali penipuan oleh mafia di internet dan kami tidak menjamin iklan ini jujur !!!

No comments: