Rezim Utang Bakal Berlanjut

JAKARTA – Utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67 miliar dollar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan pengelolaan utang dari tiga pasangan calon presiden (capres) dan cawapres belum tegas menunjukkan keberpihakan untuk lepas dari cengkeraman utang.

Kemandirin ekonomi, salah satunya ditandai dengan bebas dari utang asing, diperkirakan sulit terwujud pada masa pemerintahan baru, siapa pun pemenang pilpres nanti.

Tiga kandidat yang akan berlaga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli nanti ialah Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono, Jusuf Kalla–Wiranto, dan Megawati Soekarnoputri–Prabowo Subianto.

Pengamat pasar modal sekaligus Presiden Organisasi Pekerja Indonesia (OPSI) Yanuar Rizki menilai karakter kebijakan ekonomi Boediono sebagai cawapres pendamping Yudhoyono dikenal konservatif. Boediono konsisten dalam mengelola utang untuk membiayai kebijakan fiskal.

“Dia lebih baik tidak berutang untuk menutup pembiayaan dibandingkan saat SBY memunyai Menteri Keuangan Sri Mulyani,” kata dia di Jakarta, Minggu (17/5).

Menurut Yanuar, kepemimpinan Yudhoyono yang menjalankan ekonomi kosmetik selalu berhasrat menambah utang untuk menutup pembiayaan fiskal. “Boediono konservatif dan cenderung malas menambah utang, sedang SBY sangat ambisius menutup belanja fiskal dengan utang. Ini berpotensi menimbukan konflik internal,” kata dia.

Yanuar menilai Boediono adalah ekonom yang sangat memercayai mekanisme pasar untuk tujuan kesejahteraan. Ia juga menilai langkah Yudhoyono salah kaprah karena selalu menaikkan citra dengan mengatakan dapat menurunkan porsi utang. Pasalnya, porsi utang luar negeri yang turun tidak dibarengi dengan pengurangan utang obligasi melalui surat utang negara (SUN).

Posisi utang pemerintah hingga akhir Desember 2008 mencapai 149,67 miliar dollar AS. Artinya, ada kenaikan 8,61 miliar dollar AS jika dibandingkan akhir 2004 sebesar 139,86 miliar dollar AS.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan menunjukkan, sampai 28 Februari, total pinjaman luar negeri Indonesia adalah 62,74 miliar dollar AS, sementara pinjaman luar negeri yang jatuh tempo pada 2009 adalah 5,83 miliar dollar AS.

Pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir, menambahkan seandainya Yudhoyono–Boediono terpilih dan memegang tampuk pemerintahan, rezim utang Indonesia sudah pasti akan berlanjut.

Menurut dia, kebijakan ekonomi pemerintahan Yudhoyono–Boediono kelak tidak akan berubah signifikan. Pemerintah akan terus melanjutkan kebijakan mereka yang terkait dengan utang, yaitu melakukan utang dengan dalih pembangunan.

Menanggapi pasangan Megawati–Prabowo, Yanuar menilai jargon yang dikampanyekan sangat ambisius. “Siapa yang dapat menghapus utang? Utang saat ini sudah tidak G to G, tetapi meritel. Bagaimana dia bisa bernegosiasi dengan pemilik SUN?” kata dia.

Untuk pasangan Jusuf Kalla–Wiranto, Yanuar berpendapat, Kalla akan menjalankan ekonomi pragmatis. “Selamanya dia tidak akan dapat mendisiplinkan pasar agar tidak dikuasai asing,” kata dia.

Poros Washington

Pengamat keuangan negara dari Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan menilai pasangan Yudhoyono–Boediono tidak akan mendukung kemandirian ekonomi.

Keduanya dianggap sebagai poros pro-Washington yang mengedepankan aliran neoliberalisme. Karena itu, modal asing dan utang luar negeri diperkirakan tetap mengalir.

Boediono, lanjut Dani, merupakan seseorang yang pro pada kebijakan lembaga-lembaga multilateral. "Boediono merupakan murid yang patuh dari IMF (Dana Moneter Internasional), Bank Dunia, dan sebagainya," ujar dia.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Dradjad Hari Wibowo mengungkapan hal senada. Menurut dia, Boediono cenderung mengikuti konsensus Washington. Penjualan bank besar-besaran kepada pihak asing melalui BPPN terjadi saat dia menjadi menteri keuangan dalam kabinet Presiden Megawati.

“Dengan banyak kasus BLBI, negara memperoleh pengembalian sangat sedikit. Hanya kelompok yang prokonsensus Washington yang mau melakukan hal seperti itu,” tegas dia. (Koran Jakarta, 17/5).

Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI dengan seluruh rangkaiannya memakan uang negara hampir 700 triliun rupiah melalui obligasi rekapitalisasi. Sementara uang tunai yang sudah keluar untuk membayar utang pokok dan bunganya sudah mencapai 300 triliun rupiah. Ini, kata Dradjad, akan bertambah terus sampai 2023.

 

Sumber:

http://kau.or.id/content/view/144/2/

Hati-hati banyak sekali penipuan oleh mafia di internet dan kami tidak menjamin iklan ini jujur !!!

2 comments:

VIMAX Pembesar Penis said...

Tersedia :
1.Viagra USA no 1
2.Cialis England 20/50/80 mg
3.Levitra Germany 20/100 mg
4.Procomil Spray
5.Perangsang Wanita Spontan
6.Vakum + Crem Payudara Montok
7.Vakum Big Long + Lintah Oil
8.Boneka Full Body
9.Sextoys P/W Komplit

http://www.pusatobat-priaperkasa.com/

PUSATOBAT-PRIAPERKASA.COM said...

VIMAX berbagai produk dan metode menawarkan cara membesarkan alat vital dengan cepat dan aman, namun jarang yang benar-benar mampu membesarkan alat vital sesuai klaim mereka. Pada umumnya cara membesarkan alat vital yang ditawarkan tidak memberikan hasil yang diharapkan pria dewasa. Terkadang, berbagai cara tersebut juga tidak memberikan hasil yang permanen. Cara membesarkan alat vital memang berkembang dari sekadar menggunakan minyak atau alat bantu ke metode modern seperti Vimax.

Vimax merupakan cara membesarkan alat vital pria terbaik di dunia saat ini. Obat Vimax ini menjadi sangat popular karena terbukti mampu membesarkan alat vital pria sesuai janji dari Vimax. Ukuran penis akan lebih panjang hingga 4 inci, dan membesar hingga 25%, dan yang terutama hasil yang didapat akan PERMANEN selamanya. Dengan Vimax, pria dewasa dapat memperbesar alat vital tanpa memandang usia…..

VIMAX Herbal (pembesar dan perpanjang penis)

Tersedia :
1.VIAGRA USA no 1
2.SUPER POWER USA Obat Kuat Herbal
3.Obat Kuat Cialis 80mg England
4.Golden Grow USA - Obat Peninggi Badan
5.Perangsang Wanita Spontan
6.VACUM + CREM (Pembesar & Penggencang Payudara)
7.Vacum + Lintah Oil (Pembesar Dan Perpanjang Penis)
8.Alat Bantu Pria (Sextoys) Komplit
9.Alat Bantu Wanita (Sextoys) Komplit