Sering Dikaitkan dengan Bencana, SBY Punya Alasan Singgung Reaksi Pasca Pilpres 2009

Banyak pihak yang tercengang dan kaget mendengar Presiden SBY mengaitkan pengeboman di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan Jakarta dengan ketidakpuasan kelompok tertentu terhadap hasil pemilihan presiden yang baru lalu.

Kekagetan itu semakin besar manakala SBY mulai membawa-bawa cerita tentang operasi intelijen yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk, bukan hanya mengganjal pelantikan dirinya sebagai presiden periode 2009-2014, tapi, menghabisi nyawanya.

Di tengah jumpa pers untuk menyikapi aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton di Istana Merdeka usai shalat Jumat atau beberapa jam setelah kedua bom meledak (17/7), seorang ajudan mendatangi SBY dan membisikkan sesuatu di telinganya sebelum memberikan beberapa foto dalam ukuran besar.

Foto-foto inilah yang kemudian diperlihatkan SBY kepada wartawan. Foto-foto itu memperlihatkan dua orang yang mengenakan baju hitam-hitam juga penutup kepala hitam sedang latihan menembak di sebuah tempat yang dipenuhi pepohonan. Sebuah foto menampilkan sasaran tembak yang mereka gunakan dalam latihan itu, yang tak lain adalah wajah SBY. Ada sebuah lubang tembakan di bagian pipi kiri gambar itu.

“Saya harus mengatakan untuk pertama kalinya bahwa dalam rangkaian Pemilu 2009 ini memang ada sejumlah (aksi) intelejen yang dapat dikumpulkan oleh pihak yang berwenang. Ini memang tidak pernah kita buka kepada umum dan publik meskipun kita pantau dan ikuti,” ujar SBY.

Pernyataan SBY ini membuat banyak orang yang mendengarkannya untuk beberapa waktu lupa pada peristiwa pengeboman di Mega Kuningan. Mendengarkan SBY membeberkan rencana jahat yang dipersiapkan kelompok tertentu untuk menghabisi nyawanya membuat banyak orang tercenung dicekam kengerian.

Ada yang mulai mengait-engaitkan pengeboman JW Marriott dan Ritz Carlton dengan rencana jahat yang sedang dipresentasikan SBY itu.

Pengamat militer dan pertahanan dari Universitas Indonesia (UI), Andi Widjajanto, di layar televisi setelah SBY memamerkan foto-foto itu mengatakan bahwa sebenarnya ada dua hal berbeda yang dibicarakan SBY. Pertama, sudah barang tentu pernyataan resmi pemerintah mengenai aksi pengeboman di Mega Kuningan yang memporakporandakan semua prestasi yang sudah dicapai bangsa Indonesia dalam lima tahun terakhi. Aksi yang mana telah menelan sembilan nyawa.

Hal kedua yang disampaikan SBY adalah operasi intelijen yang menurut SBY dilakukan oleh orang-orang yang tak menginginkan dirinya dilantik sebagai presiden, yang menginginkan Indonesia mengalami kerusuhan seperti di Iran, yang menginginkan revolusi di negara ini, juga segelintir orang yang sekarang tertawa puas dan bersorak di dalam hati disertai nafsu angkara murka mereka menyusul pengeboman itu.

Inilah biasnya. Mestinya SBY dapat memisahkan dua hal tersebut, dan menyampaikannya dalam kesempatan yang berbeda. (Terlepas bahwa tetap akan banyak orang yang bertanya-tanya: mengapa bila sudah tahu tentang operasi intelijen untuk membunuh SBY, aparat pemerintah tidak melakukan apapun, kecuali memotret dan merekam).

Apabila dua hal itu disampaikan secara terpisah, tentulah tidak sempat terjadi kebingungan di kalangan rakyat.

Di sisi lain, SBY memiliki alasan yang kuat untuk tampil tegas dalam jumpa pers itu. SBY kelihatannya tahu pasti bahwa dirinya kerap dikaitkan dengan berbagai bencana dan petaka yang belakangan ini memang akrab menyapa kita. Juga SBY tampaknya paham bahwa masyarakat Indonesia masih gampang menerima cerita yang irasional dan imajinatif, misalnya cerita yang mengaitkan segala bencana alam dengan kepemimpinannya itu, sebagai sebuah kebenaran.

Belum lagi, SBY tentu ingat bahwa dalam masa kampanye Pilpres 2009 yang lalu sempat ada kelompok tak dikenal yang berusaha memojokkan dirinya dengan menyebarkan spanduk-spanduk yang berisi pesan bahwa SBY sama dengan bencana, dan memilih SBY sama dengan memilih bencana. Bahkan, ada juga pihak yang menerbitkan buku mengenai keterkaitan antara SBY dengan berbagai bencana itu.

Sebagai orang yang mengedepankan logika dan akal sehat, tentulah tidak mudah bagi penulis untuk menerima cerita yang mengaitkan SBY dengan berbagai bencana alam dan petaka. Cerita-cerita seperti itu, yang mengaitkan SBY dengan bencana alam di Indonesia, adalah imajinatif, tahayul dan di luar akal sehat.

Menyimak pernyataan SBY penulis menangkap pesan lain yang tersirat. Pesan itu adalah: bencana alam dan malapetaka, juga terorisme termasuk dalam bentuk aksi bom bunuh diri, berdiri dekat dengan kita.

Mereka ini siap meledak kapan saja dan di titik mana saja. Bencana dan malapetaka itu tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan seseorang di Indonesia. Artinya lagi, masyarakat Indonesia harus siap dan siaga menghadapi semua kemungkinan itu dengan bersatu padu. Intinya, bencana atau malapetaka apapun itu adalah ancaman untuk kita semua.

Bukan begitu Pak SBY?

 

Sumber:

http://teguhtimur.com/2009/07/18/sering-dikaitkan-dengan-bencana-sby-punya-alasan-singgung-reaksi-pasca-pilpres-2009/

Hati-hati banyak sekali penipuan oleh mafia di internet dan kami tidak menjamin iklan ini jujur !!!

1 comment:

VIMAX Pembesar Penis said...

Tersedia :
1.Viagra USA no 1
2.Cialis England 20/50/80 mg
3.Levitra Germany 20/100 mg
4.Procomil Spray
5.Perangsang Wanita Spontan
6.Vakum + Crem Payudara Montok
7.Vakum Big Long + Lintah Oil
8.Boneka Full Body
9.Sextoys P/W Komplit

http://www.pusatobat-priaperkasa.com/