Ditanya, Bagaimana dengan Orang Mati yang Masuk DPT

Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan pemilih yang tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) dapat menggunakan KTP atau paspor saat memberikan suara pada Pilpres 2009.

Keputusan ini dianggap baru memenuhi satu dari sekian banyak misteri yang mewarnai kekacauan penyusunan DPT. Begitu pendapat aktivis Masinton Pasaribu kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat setelah MK yang dipimpin Mahfud MD mengumumkan keputusan itu (Senin petang, 6/7).

“Masih banyak misteri penyusunan DPT yang belum terjawab. Misalnya, pemilih ganda, atau warga yang sudah meninggal tapi tetap dimasukkan ke dalam DPT, atau warga di bawah usia 17 tahun yang didaftarkan. Juga belum diketahui berapa jumlah pemilih sebenarnya,” kata Masinton.

Dia menambahkan, persoalan yang juga fundamental, yakni berkaitan dengan independensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun belum terjawab. Menurut Masinton, jalan keluar dari kekisruhan ini adalah dengan menunda penyelenggaraan Pilpres 2009 sampai kekacauan DPT dapat diselesaikan. Dan, sambungnya, selama masa itu anggota KPU yang ada saat ini pun harus dicopot.

“Tanpa itu proses demokrasi Indonesia akan terjebak pada seremoni demokrasi atau demokrasi prosedural yang meminggirkan azas keadilan dan kejujuran,” demikian Masinton.

 

Sumber:

http://teguhtimur.com/2009/07/06/ditanya-bagaimana-dengan-orang-mati-yang-masuk-dpt/

Hati-hati banyak sekali penipuan oleh mafia di internet dan kami tidak menjamin iklan ini jujur !!!

No comments: