Walau Tampak Santun, Boediono Tetap Pendukung Neolib

Boediono, cawapres yang mendampingi SBY, boleh saja mengaku dirinya bukan pendukung ekonomi neoliberal.

Tetapi, apakah ia punya keberanian mau mengubah berbagai produk hukum yang memungkinkan praktek ekonomi neoliberal berkembang luas dan berurat berakar di Indonesia seperti UU Migas dan UU Pertambangan. Dapat dipastikan, Boediono tidak akan berani mengubah paradigma UU yang menguntungkan pihak asing menjadi produk hukum yang menguntungkan kepentingan nasional.

Pernyataan disampaikan Direktur Eksekutif Econit, Hendri Saparini dalam dialog yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, petang ini (Kamis, 2/7).

Dalam dialog itu, Rizal Ramli dan pengamat politik Jeffrey Winters juga hadir untuk membedah peta ekonomi Indonesia pasca Pilpres 2009. Kembali ke Hendri. Menurut dia, kecenderungan-kecenderungan seseorang untuk membela paham ekonomi neoliberal tidak ada hubungannya dengan penampilan fisik.

“Orang boleh saja menilai Pak Boediono tampak santun, tapi kita sedang berbicara tentang keberpihakan seorang pemimpin terhadap negara lain atau rakyat yang dipimpinnya. Kalau seorang pemimpin memilih membela kepentingan asing, seperti Bank Dunia dan IMF, apakah itu santun?” demikian Hendri.

 

Sumber:

http://teguhtimur.com/2009/07/02/walau-tampak-santun-boediono-tetap-pendukung-neolib/

Hati-hati banyak sekali penipuan oleh mafia di internet dan kami tidak menjamin iklan ini jujur !!!

No comments: