Megawati dan Jokowi menyesatkan Opini publik dalam pemilu 2014

Jadi teringat pemilu 2004 lalu saat megawati melakukan penggiringan opini dengan mengklaim menang di quick count atas SBY ternyata di real count kalah mari semua untuk bersabar, menghargai konstitusi dan menunggu keputusan resmi KPU, semua pihak diharapkan untuk mengawal perhitungan suara dan waspada akan terjadinya perencanaan isu kerusuhan yang sistematis

*tidak melibatkan anggota TNI aktif

Sekedar info dan diinget2 dulu :
Melawan lupa......Awasi..... Hasil Quick Count Tipuan Seperti Tahun 2004!

Ternyata Kebiasaan PDIP Menyesatkan Opini Publik Saling klaim terjadi diantara pihak Prabowo dan Jokowi. Hal ini didasarkan pada hasil quick count pada masing-masing capres yang menggunakan berbagai lembaga perhitungan cepat tersebut. Menjadi sangat lucu, jika pihak Jokowi-JK mengklaim kemenangan pertama kali. Padahal belum juga 2 jam masa waktu pencoblosan habis pada pukul 13.00.

Dan hasilnya pun yang aneh adalah setiap lembaga Survey yang digawangi oleh kubu Jokowi. Selalu menempatkan pada angka kekalahan di kubu Prabowo-Hatta pada 47%. Dan 52% untuk kemenangan Jokowi-JK. Sungguh aneh dan lucu, sepertinya sangat tidak alamiah. Karena kayak ada janjian pada angka quick count yang ingin dituju.

Dan rasanya pihak Jokowi-JK ingin membuat opini yang menyesatkan kepada masyarakat. Tentu saja menyesatkan, karena ternyata. Cara menyesatkan ini juga pernah dilakukan oleh Megawati pada tahun 2004 ketika masih menjadi Capres melawan SBY. Lihat berita Detik pada Tanggal 20-09-2004. Dengan judul "Megawati Menang Tipis Atas SBY"

(http://news.detik.com/read/2004/09/20/171525/210615/10/mega-menangtipis-atas-sby?nd771104bcj )

Ternyata bukan hal yang baru lagi mengenai klaim kemenangan yang menyesatkan dari kubu PDIP yang dulu menjadikan Megawati sebagai Capresnya. Sedangkan sekarang, memang bisa jadi pihak PDIP juga akan melakukan cara penyesatan opini publik dengan mengklaim kemenangan
Jokowi.

Ini bisa membuat masyarakat tertipu, dan menganggap bahwa Jokowi-lah pemenangnya. Padahal anehnya, baru di angka 70% data yang masuk, Megawati buru-buru mengklaim kemenangan atas Jokowi-JK. Pakai acara menangis segala! Jika menilik kasus yang lebih baru lagi, mengenai quick count antara pertarungan Pilgub Jabar, Rieke Diah Pitaloka yang jadi jagoannya PDIP juga mendapatkan klaim kemenangan atas Aher dari lembaga Survei yang ternyata juga sama sekarang melakukan hitung cepat dengan memenangkan Jokowi-JK.

Dalam Quick Count Rieke mendapatkan angka 28,36%, sedangkan Aher mendapatkan angka 24,99%. dari LSI.
Di Quick Count Kompas, Rieke juga masih mendapatkan kemenangan 30,96% dan Aher 24,17%. Melihat klaim kemenangan dari pihak PDIP, rasanya ini hanya sekedar menyebar isu dan opini yang menyesatkan kepada masyarakat saja tentang kemenangan Jokowi-JK. Karena kasus kasus lama klaim kemenangan PDIP juga ternyata sama saja dilakukan, tetapi ujung-ujungnya dari real count mereka kalah telak.

Hingga akhirnya mereka ngotot sampai merasa dicurangi. Padahal pihak PDIP sendiri yang melakukan kecurangan Quick Count dengan mempublikasikan perhitungan yang menyesatkan pada masyarakat. Dari Quick Count ini bisa jadi alasan pembenaran bahwa Jokowi-JK kalah karena dicurangi ketika nanti malah Prabowo-Hatta yang memenangkan hasil real count. Dan mereka akan melakukan tindakan-tindakan anarkis seperti yang sudah-sudah.

Masyarakat mestinya harus jeli dengan kebiasaan sikap pihak PDIP yang gemar mempublikasikan quick count menyesatkan tersebut. Agar tidak gampang langsung percaya kepada PDIP, lebih-lebih Jokowi-JK yang ternyata memang dikubu itu banyak para pembohong bercokol. Tetap waspada, kecurangan sistematis sudah diskenariokan.

http://www.suaranews.com/2014/07/awas-hasil-quick-count-tipuan-megawati.html

1 comment:

Anonymous said...

ngaco lu